Home » Edukasi Gizi dan Pelatihan Pembuatan Makanan Kaya Nutrisi dan Probiotik dengan Labu Kuning di Desa Sukoharjo untuk Mengatasi Stunting

Edukasi Gizi dan Pelatihan Pembuatan Makanan Kaya Nutrisi dan Probiotik dengan Labu Kuning di Desa Sukoharjo untuk Mengatasi Stunting

by adminiaifa

Sukoharjo, 10 Agustus 2023 – Bidan Supini dan Bu Suhartini, Ketua Posyandu yang peduli akan masalah stunting, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sukoharjo dan mahasiswa IAIFA Kediri sukses mengadakan acara edukasi gizi dan pelatihan pembuatan makanan kaya nutrisi dan probiotik menggunakan labu kuning di Desa Sukoharjo. Acara ini berhasil menarik perhatian 30 peserta yang terdiri dari 9 ibu hamil serta orangtua balita lainnya.

Stunting adalah kondisi pertumbuhan anak yang terhambat akibat kekurangan gizi sejak masa prenatal hingga usia dua tahun. Oleh karena itu, dalam kegiatan ini, Bidan Supini memberikan penjelasan mendalam tentang pentingnya asupan gizi yang cukup pada masa-masa tersebut untuk mencegah stunting.


“Jika kita membahas mengenai stunting, sebenarnya stunting sendiri bisa dicegah. Kalau memang dari awal kita berusaha mempersiapkan tumbuh kembang anak dengan baik”, tutur Bidan Supini (10/8/2023).
Semua anak mempunyai faktor tumbuh kembang yang sesuai dengan faktor genetik atau keturunan. Hanya saja stunting di pengaruhi oleh beberapa aspek sehingga menjadi kompleks dan panjang.
Penyebab stunting tidak hanya kekurangan asupan gizi kronis. Namun juga karena karena anak tumbuh di lingkungan yang sehat, bersih dan dapat mengakses sumber sanitasi serta air yang bersih.
“Jadi, tinggi dan berat badan saja bukan menjadi patokan, jika tinggi di stunting itu berkaitan bukan dengan genetik. Bukan hanya tingginya yang kurang tapi perkembangan lainnya pada anak bisa jadi kurang juga,” katanya.

Bidan Supini menuturkan persiapan seorang perempuan dalam merencanakan kehamilan, sudah harus dimulai sejak berusia remaja.
Diharapkan para remaja putri tidak mengalami anemia yang beresiko yang mempengaruhi tumbuh kembang janinnya saat dalam masa kehamilan nanti, sehingga pencegahan dapat disiasati dengan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD).

Asupan gizi yang seimbang juga harus di biasakan, sehingga masa kehamilan pun bisa menyeimbangkan asupan gizi dengan vitamin. Selain itu, pemeriksaan kehamilan juga rutin dilakukan minimal enam kali, agar tumbuh kembang janin dapat terpantau dan dapat di tindak lanjuti jika terjadi anomali selama ibu memasuki masa kehamilan.


Konsumsi Makanan Bernutrisi
Selama pelatihan peserta menerima materi terkait pentingnya gizi pada asupan makanan anak bahkan hingga anak berusia lebih dari 5 tahun untuk menghindari kemungkinan stunting. Peserta cukup antusias terhadap materi yang diberikan.
Terkait pengolahan labu kuning menjadi berbagai jenis makanan yang dapat membantu mencegah stunting namun tetap disukai anak-anak. Dari berbagai jenis olahan, dipilihlah puding labu kuning yang dapat dijadikan alternatif dikarenakan memiliki rasa enak dan pembutannya yang terbilang cukup mudah dan praktis.

Dalam sesi pelatihan praktis, Bidan Supini dan Bu Suhartini secara interaktif membimbing peserta dalam pembuatan hidangan-hidangan bergizi menggunakan labu kuning. Mereka belajar membuat puree atau bubur labu kuning yang dapat diberikan kepada bayi saat memasuki fase MPASI (Makanan Pendamping ASI). Selain itu, para peserta juga diajarkan variasi menu dengan labu kuning sebagai bahan utama untuk makanan keluarga.

Bidan Supini dan Bu Suhartini berharap bahwa acara ini akan menjadi langkah awal dalam menangani masalah stunting di Desa Sukoharjo. Melalui edukasi gizi serta pemberian contoh praktis tentang cara mempersiapkan makanan bergizi dengan mudah dan hemat biaya, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asupan gizi berkualitas akan semakin meningkat.

Dalam akhir acara, Bidan Supini dan Bu Suhartini berharap para peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memasukkan labu kuning ke dalam menu harian keluarga mereka, diharapkan anak-anak bisa mendapatkan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal.

Para peserta merasa sangat terbantu dengan adanya acara ini. Mereka merasa lebih percaya diri dalam mengolah makanan sehat bagi keluarga mereka. Kedua fasilitator tersebut juga mendapatkan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan upayanya untuk meningkatkan pemahaman tentang gizi seimbang serta memberikan pelatihan praktis kepada masyarakat Desa Sukoharjo.
Semoga informasi ini bermanfaat! Jaga pola makan sehat ya!

Penulis
Binti Qumiyatul Lailiyah
Nabilah Fiki Masyaroti
Fotografer
Fitrotun Nurjannah

You may also like